Antara Bisnis Dropshipper & Reseller, Pilih Mana?

1 min read

Antara Bisnis Dropshipper & Reseller, Pilih Mana

Ada banyak sekali cara menjalankan bisnis toko online. Dua diantaranya adalah bisnis Dropshipper dan Reseller. Dua cara tersebut memiliki persamaan yaitu Anda tak perlu memproduksi barang melainkan hanya perlu menjualnya saja.

Namun, ada pula dua perbedaan mendasar antara keduanya. Yaitu, cara memperoleh barang dagangan. Mari simak perbedaan umum, kelebihan dan kekurangan antara bisnis Dropshipper dan Reseller berikut ini :

Dropshipper

Sistem Dropshipper terutama Dropshipper antar Marketplace adalah salah satu jenis bisnis yang tengah populer beberapa tahun belakangan meskipun tingkat kepopulerannya mengalami penurunan pada tahun 2020 dikarenakan adanya kebijakan resi otomatis yang telah diberlakukan beberapa platform toko online di Indonesia.

Meskipun begitu, bisnis Dropshipper ini adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan yang besar dan juga tak membutuhkan banyak modal. Lalu bagaimana cara kerja bisnis Dropshipper ini?

Cara kerja sistem Dropsipper sebenarnya cukup sederhana. Pertama, buat akun di Marketplace sebagai seller. Kedua, cari pemasok yang mau bekerja sama dengan sistem dropship. Ketiga, Apabila ada orderan Anda bisa memproses pesanannya dan memberi tahu supplier untuk mengirimkan barang langsung ke ada customer Anda via ekspedisi.

Kelebihan Dropshipper

1.   Modal dan Kemudahan

Dalam segi modal dan kemudahan, antara bisnis Dropshipper dan Reseller lebih menguntungkan bisnis Dropsiper. Anda hanya perlu meneruskan pesanan customer Anda kepada pemasok. Proses penyiapan barang, packing, sampai pengiriman semuanya dilakukan oleh pemasok Anda. Anda hanya harus fokus mencari konsumen.

2.         Tidak Perlu Stok Barang

Semua stok ada di pemasok. Anda tidak perlu menyetok barang secara fisik di tempat Anda. tentunya ini sangat cocok bagi Anda yang tak memiliki gudang penyimpanan yang cukup luas. Selain itu, hal tersebut juga menghindari adanya stok macet karena barang tidak laku. Stok macet ini tentunya dapat mengurangi keuntungan bahkan menimbulkan kerugian.

Kelemahan Dropshipper

1.   Tak dapat mengecek kualitas produk

Karena Anda tak memegang barang secara langsung dan semuanya diproses oleh supplier. Maka, Anda harus melewati proses quality control akhir yang harusnya Anda lakukan sebelum mengirim barang.

Oleh karena itu Anda harus pintar memilih supplier mana yang memiliki kualitas produk yang bagus, ketepatan waktu, dan layanan komunikasi yang baik pula. Tanpa hal tersebut, maka bisnis drophip Anda akan mengalami banyak hambatan.

2.   Stok

Tak memiliki stock barang bisa menjadi kelebihan maupun kekurangan. Ketika ada pembeli yang ingin membeli produk Anda dan ternyata produk tersebut di supplier sedang kosong, maka Anda sendiri yang akan repot nantinya. Membatalkan pesanan juga akan memberikan dampak negatif bagi reputasi toko online milik Anda.

Reseller

Berbeda dengan Dropshipper, Reseller ini artinya “menjual kembali”. Itu berarti Anda harus membeli barang terlebih dahulu kemudian menjualnya lagi.

Kelebihan Reseller

1.   Dapat mengecek barang secara langsung

Sebagai seorang reseller, Anda memiliki kesempatan untuk menyediakan stok atau persediaan produk. Karena Anda memegang barangnya secara fisik maka Anda bisa mengecek kualitasnya sendiri. Hal tersebut dapat menurunkan tingkat komplain dari para pembeli.

2.   Lebih aman karena prosesnya dari awal hingga sampai ke tangan konsumen bisa diawasi secara langsung.

Kelemahan Reseller

1.   Anda sendirilah yang harus mengurus mengenai packing dan proses pengiriman.

2.   Adanya stok macet apabila Anda gagal menjual produk tersebut.

3.   Anda harus memiliki lokasi atau gudang untuk menyimpan barang.

Kesimpulan

Dengan membandingkan antara bisnis Dropshipper dan Reseller, Anda pasti bisa menentukan pilihan mana yang terbaik di antara keduanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *